Musim Kelabu

Aku bagai selembar daun kering yang hatinya terombang – ambing. Lelah melihat kau terus berlaga, mampir di setiap bunga. Setahun belakangan ini adalah musim kelabu. Hentikan langkah ku sejenak, menikmati senyap tapi perih ini tetap saja mendekap. Kau lebih sulit ku salami, tapi itu lah kau, angin timur yang mengucap cinta pada seribu wanita. Kau tahu luka ini kan abadi walau maaf telah terucap. Awalnya ku kira, ketulusan amat mudah ku dapatkan dari indah bibirmu, tapi ternyata adalah selaksa rasa yang sakitnya menyiksa. Kau menyebar asa ibarat menebar duri. Kelak kau akan tahu deritanya. Kau tahu ini sebuah kisah tentang dirimu. Tentang malam yang tak berbintang. Tentang hatimu yang berjelaga selalu.

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s