Galau! menghadapi orang galau

Lagi diam. Hanya suara kipas yang terdengar berisik di tempatnya berputar! Menembak kan angin yang mengobatiku dari kegerahanku yang sangat! Memandangi tembok. Pikiranku lari menjejaki setiap hal yang telah aku lakukan hari ini? Yang telah keluar dari mulut ini? Dihiasi hari ini kah dengan kebaikan atau malah bermain dosa tanpa sadar karena keasikan yang terkadang melenakan? Tiba – tiba dering bunyi sms ku memecah keheningan. Ku buka pesan singkat yang masuk

“Mes…..”  Hanya itu. Seakan aku bisa mendengar suara lirih seseorang yang memanggilku. Aku menganggapnya panggilan jiwa. Sepertinya kawanku ini membutuhkan seseorang unuk menemaninya atau sekedar mengobrol. Sebelum ku bales pesan itu dengan “Hadiiiiiiiiirrrr, ada apa  gerangan memanggilku?” aku membayangkan adakah kawanku ini ditimpa sebuah permasalahan yang besar. Ah, hidup ini memang tak akan pernah luput dari masalah. Dalam waktu singkat pesanku dibalas.

“GALAU berat nie”

Gubrak!  Tebakkan ku tak begitu meleset hanya menganggetkan memang! Perempuan yang hanya berpaut 1 tahun lebih tua dariku ini tengah dalam sebuah probelematika zaman sekarang! Galau berat!

Aku akan menjadi seorang penjahat bila bersikap apatis terhadap persoalan perempuan cantik kelahiran Bandung ini.

            “Berat? Emangnya di pikul dimana? Seberat gendong tugu monas sampe bogor kah? Hehehe” Aku mencadainya.

Sejam berlaru seakan semenit! Aku membaca kembali pesan terakhir yang ku kirim terakhir padanya. Rasanya aku salah menanggapi kegalauan yang melanda kawan ku ini? Aku pun berinisyatif mengirim sms lagi. Begini sms nya,

            “Alhamdulillah masih galau!? Berarti masih ada iman yang dapat memberikan sedikit cahaya di dalam hatimu yang kini tengah gunda gulana? Coba kalau lempeng – lempeng aja! Bisa se-enak jidad melakukan apapun tanpa mempertimbangkan baik buruknya? Bukankah kegalauan adalah dilema  diantara realita dan asa? Masih tentang dia kah?”

Aku tahu, kegalauan acap kali membuat kita menjadi orang yang paling sengsara di dunia ini? Serasa berjalan bukan di atas bumi bukan juga di langit. Apalagi kalau tentang dia? Dia yang menyita waktu kita,

            “Iya mes! W galau gara – gara dia! W cape masih tentang dia? Yang selalu membuat w gak tenang? W mau hidup damai!”

Hanya dalam hitungan detik, dia membalas sms ku. Itu pertanda dia tidak bisa dibercandai. Yaiyalah, orang lagi galau!

Rasanya jam dinding melototi diriku, memukul diriku di waktu menujukan jam 11 malam.

Kawan, sungguh kalau bukan karena aku ingat pesan Rasulullah saw bahwa, salah satu kewajiban seorang muslim kepada saudarnya adalah jika dimintai nasehat maka nasehatilah, maka aku akan memilih tidur! Mimpi indah tanpa kegalauan.

Aku membalas sms nya,

            “Galau itu seringnya karena kita sendiri! Bersikap cool jauh lebih mendinginkan hati dan pikiran lho. Ketenangan ada di hati. Kebahagian kita yang tentukan.? Gak ngerasa rugi apa? Emang dia mikirin dirimu seperti kamu mikiran dia? Selama masih bisa hidup tanpa dirinya kamu masih bisa bahagia kok. Ayolah lepaskan dirimu dari jeratan galau yang hanya membawa susah serta derita. Daripada galau karena apa yang ada di depan kita bukan mau kita? Lebih baik menikmati apa yang ada dan mensyukurinya. Galau boleh tapi jangan mendramatisir perasaan yang berlebihan terhadap sesuatu apalagi seseorang yang belum tentu jadi jodoh kita?”

Kadang kalau situasi begini ngetik sms itu bisa sampe ngetik surat apalagi diriku tak pandai menyingkat kata. Setelah ku baca kembali dan memperbaiki sedikit kata – kata yang sekiranya enak diterima dirinya aku baru send pesan singkat itu.

Terulang kembali sms ku tak juga di respon hingga waktu menujukan pukul 11.30. Sungguh mataku serasa panas. Beberapa kali aku memutar – mutar handphone menunggu balasan darinya yang tak kunjung datang hingga membuatku tak mampu melawan serangan ngantuk. Tidurlah diriku dengan membawa setitik kekhawatiran padanya.

            “Maaf Mes semalem abis baca sms lo! W langsung tidur! Jadi w gak bales sms loe!”

Itu adalah pesan singkat dipagi hari yang dapat membuatku sedikit lega dan menanggalakn kugusaranku bekas semalam serta membuat ku geleng – gelang kepala!. Aku langsung membalasnya.

            “Alhamdulillah, ndak apa-apa? Yang penting ndak galau lagi?”

Balasan langsung ku terima beberapa detik kemudian yang membuatku menarik nafas dalam dan membuangnya puas – puas! Pasalnya dia membalas,

            “W masih galau?!”

Rasanya saya lebih milih terlempar kedunia lain, menghilang dari orang dengan penyakit akut galaunya  yang lebih gawat dari jerawat!!!

Kadang, galauku adalah menghadapi orang – orang galau!

 

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s