Menemukan Mimpi Bersama Tri Mempuni

Tidak cukup sulit untuk ku mengenang kejadian beberapa tahun silam, Tentang seseorang yang membuatku terinspirasi bahkan hanya dengan senyumnya. Kesahajaannya membuatku tak mampu melupakan sinar mata itu, terpancar ketulusan. Bersahaja, sepasang pasutri itu menyambut kami (Peserta lomba Gelar Prestasi Bela Negara ‘GPBN Tingkat Nasional 2008 yang diselenggarakan di Kota Bandung) merasa sangat tersanjung berkunjung. Mengenangnya membuatku lebih menghayati sebuah hadist dari seorang manusia yang lebih sangat aku teladani yaitu Nabi Muhammada saw, yang  bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni).

Tidak kurang 60 lokasi terpencil yang sebelumnya gelap gulita menjadi terang benderang dengan pembangkit yang mereka bangun.

“Ibu Tri mempuni, idola kami!” Ucap salah satu warga, kusaksikan betapa berbahagianya warga kampung saat disebut namanya, mereka amat mencintainya. Bahkan presiden Amerika menganguminya,

“Kita mendapatkan seorang wirausahawan sosial seperti Tri Mumpuni, yang telah membantu masyarakat desa di Indonesia mendapatkan listrik dan pendapatan dari pembangkit listrik tenaga air. “—Barack Obama, dikutip dari situs berita detik.com(27 April 2010). Dialah Ibu Tri Mumpuni yang bersama suami tercinta bapak Iskandar Budisarosa yang begitu mirip tertutama dalam kesahajaannya sebagai pasangan yang solid membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebagai sumber energi listrik bagi wilayah yang belum terjangkau atau sulit dijangkau oleh PT PLN dengan memanfaatkan potensi energi air yang terdapat dilokasi setempat untuk menggerakkan turbin.

Nyaman nian istana mereka yang didominasi nuasa kayu yang menambah kedamain tersendiri dari sudut ke sudut ruangan. Aku menginjak sebuah ruang di dalam rumah yang ku taksir tempat berkumpul saat diadakan pertemuan – pertamuan besar seprti menyambut kami, sekalipun ada sofa atau tempat duduk lainnya tidak sebanding dengan luas lahan yang masih kosong di tengahnya. Aku tidak langsung duduk karena bapak Iskandar yang baik hati langsung mengajak ku dan rombongan ke dalam rumahnya lebih dalam lagi, tepatnya kedalam sebuah ruangan yang terdapat alat cukup besar dan turbin sebagai pengendali air sungai di luar sana yang mengalir tepat di belakang rumahnya.

Berkeliling di sekitar rumahnya dan mengamati serta menyimak beberapa penjelasan yang dipaparkan oleh alumnus IPB ini, sungguh membuat ku merubah prinsip hidupku yang mulanya ‘biarkan hidup ini mengalir seperti aliran sungai membawa ku pada ujung takdir”  singkatnya ‘santai saja!’ aku langsung merubah haluan hidup ku menjadi “ Hidup  adalah perjuangan, menciptakan keberartian dan berarti bagi setiap orang! Memanfaatkan diri untuk kepentingan banyak orang!”.

Di akhir pertemuan Ibu Tri mempuni memberikan sedikit pengalaman, perjuangan, dan jerih payahnya untuk membangun desa – desa di Indonesia. Tri mempuni, tokoh wanita pemberdaya listrik di lebih dari 60 lokasi terpencil di Indonesia yang mendapat penghargaan Ashden Awards 2012. Seorang tokoh wanita yang mengembangkan mengembangkan kemandirian masyarakat di kawasan terpencil melalui pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) telah diakui baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Perjuangannya yang tidak jarang mengharuskannya berhari-hari tinggal di satu desa yang jauh dari akses infrastruktur dan informasi, hanya untuk memastikan kesiapan masyarakat membangun listrik mikro hidro, bersama sang suami yang selalu setia mendampinginya. Waktu yang teramat singkat namun berarti, Ibu Tri mempuni sesuai dengan namanya mampu menciptakan keberartian bagi setiap orang,  Termasuk diriku, yang sejak saat itu telah menemukan mimpinya yang hingga kini masih terpatri dan akan ku gapai sekalipun aku harus menembus tingginya langit atau menyelam sekalipun di lautan terdalam. Setiap manusia memiliki potensi yang besar untuk meledakkan dirinya menuju kesuksesan, dan aku memang bukanlah seorang ahli dibidang yang digeluti Ibu Mempuni, aku adalah aku, tapi kita sama – sama manusia yang ingin bermanfaat bagi manusia yang lainnya. Mimpi – mimpiku terukir indah dalam sketsa hidup yang telah kubuat dan satu – persatu mulai terwujud menjadi nyata. Menciptakan keberartian dan  berarti bagi setiap orang, dan menjadi seorang penulis adalah salah satu cita – cita besarku. Dengan menulis aku bisa berbagi kebaikan, menyebarkan ilmu kebenaran, dengan menulis aku ingin memberikan kebahagian, dan dengan menulis aku ingin membuat sungai kebaikan yang terus mengalir, yang akan menyelamatkan diriku dari panasnya api jahannam.

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631).

 

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s