Melodi Sang Mentari

Ajaib. Aku dapat mendengar mentari bernyanyi dipagi ini sebuah lagu tentang rasa. Bahkan dedaunan ikut berdendang sesekali berjoget riang. Aku tak bisa melepaskan senyuman yang seolah terpatri disini. Sesekali gumpalan awan putih di angkasa berkedip kearah ku, diriku tersipu malu dibuatnya. Merdu nian celotehan burung pipit yang tengah bersandar manja pada pohon mangga yang tengah berbuah ranum. Ia bergoyang mengepakan sayap – sayap kecilnya mengikuti irama petikan angin di sela – sela ranting. Dari balik bingkai jendela kamarku, aku menopang dagu pada kedua tanganku, menyaksikan pagelaran ‘melodi sang mentari’.

Aih, lagi –  lagi mereka menggodaku, tatapan mendelik penuh tanya? pada angin yang bergerak terus ke timur aku bisikan selaksa rindu pada seseorang. Aku buru – buru mengalihkan pandangan biar mereka penasaran.

Ku pendam asa dalam diam. Saat bibirku tak mampu berucap. Hatiku tak kan mampu kau tebak. Detik detik menggelitik. Suasana hura dalam haru. Kali ini aku ingin berucap satu kata yaitu cinta. Karena asa ku pada mu setinggi langit di atas langit, sedalam lautan di samudra terdalam. Seseorang yang tak ingin ku sebutkan namanya, yang ku dengar ia juga menyanyi, lagu indah bukan untuk diriku. Pada seseorang yang kuberikan rindu lewat angin timur, yang diam – diam ku curi senyumnya, ku masukan dalam kalbu biru. Aku tergugu melihatmu,

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s