Beda Biasa, Kita Tak sama

Manusia hidup bukan untuk dirinya sendiri, ia makhluk yang saling berhubungan bergantung satu dengan yang lain paling tidak saling mempengaruhi. Interaksi yang terjalin membuat manusia lebih mengenal dirinya, lewat lingkungan tempat ia berpijak dari seluruh sisi kehidupan. Apa pun yang ada diluar dan didalam diri kita, semuanya menjadikan kita menjadi manusia seutuhnya! Manusia yang dapat memanusiakan orang lain. Tidak ada kan manusia yang tahan hidup sendiri seumur hidupnya sampai lumutan sekalipun! Sama hal nya bila semua manusia itu sama! Pada akhirnya adalah manusia bukan lah makhluk yang mampu hidup sendiri, eksistensi diri nya terhadap kehidupan mendorong manusia menjadi makhluk yang membutuhkan orang lain. Tentunya manusia satu dengan lainnya memiliki banyak sekali perbedaan. Itu indah! Yakinlah! Tapi bagaimana perbedaan itu dapat disatukan? Kita punya hati. Mari kita satukan hati, langkahkan kaki sesuai syar’i. Setidaknya untuk sama – sama mengarungi samudera kehidupan. Bukankah hidup itu indah diatas perbedaan! Bayangkan bila hanya ada dua warna dalam kehidupan ini? Putih dan hitam? Mungkin kita tak akan pernah merasakan indahnya pelangi.

. Terkadang memang sulit menerima ada saja seseorang atau suatu kelompok memaksaakan suatu persamaan, entah itu persamaan diri, persamaan tindakan ataupun persamaan pemikiraan. Perlu ditekankan sekali lagi ada kata “memaksakan” berbeda dengan secara sadar, penuh tanggung jawab dan sikap berkeinginan demi kemaslahatan untuk menyatukan setiap perbedaan menjadi baik untuk semua. Memaksakan Kehendak sama dengan keegoisan tingkat dewa! Kan tidak semua hal yang kita ingini harus, mesti, kudu, wajib terpenuhi. Ada keterbatasan, tentunya karena sekali lagi kita tidak bisa hidup sendiri.

Oalala, ada apa hari ku ini? Membayangkan kejadian siang tadi membuatku harus menahan nafas sejenak dan menghembuskan dengan kekuatan full seperti orang membuang nafas! Begini, terkadang semakin kuat berkeinginan untuk melupakan sesuatu malah membuat semuanya tergambar jelas! Menyebalkan. Ngeselin, berhadapan dengan seseorang berkepala batu! Ada udang dibalik batunya?! Menghadapi orang yang mempunyai kepercayaan diri yang over membuatku gerah! Berhadapan dengan orang seperti itu ibarat berhadapan dengan orang sombong sedunia! Seharusnya orang seperti itu tidak berjalan di atas bumi tapi langit! Kalau sudah A berargumen sampai mulut berbusa pun tidak bisa merubahnya jadi B, ‘astagfirullah’.
Kalau tidak ingat bahwa kita tidak sama! Beda itu biasa, dan masih banyak jalan untuk menyatukan perbedaan salah satu nya dengan bersikap ‘okehlah kalau begitu,!’

Iklan

2 pemikiran pada “Beda Biasa, Kita Tak sama

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s