Kerja keras dengan ikhlas dan senyum tulus dari dalam hati, berbalut doa dan karenaNya aku bekerja.

Aku gugup. Rasanya dapat kudengar jantungku berdetak. Tak…Tik..Tak….Tik..Tak… ! Bukan begitu bunyinya. Mmmhh.. hanya aku yang dapat mendengarnya.
Tidak sabar aku menanti esok hari…!!! Malam ini, masih malam! aku segera menarik selimut setelah kata – kata ku menari di layar monitor notebook ku, jari jemari rasanya telah puas melenggak – lenggok di atas keyboard. Ayo bobo!!! Kata ikan sudah malam# iklan.
Pagi, aku bangun lebih awal sebelum embun jatuh dari tangkai daun. Membaca basmalah. Kumulai hari dengan cinta Illah, karenaNya. Aku ada..
Hari yang baru untuk jiwaku yang berwarna ungu. Ungu muda bukan warna janda. Cerah ceria! Tidak ada yang begitu berbeda! Kantor yang sama, pekerjaan yang menupuk, bertemu dengan orang – orang itu setiap harinya. Terkadang malah aku harus menutup sebelah telingaku untuk mendengar gossip – gossip yang sebenarnya tak ingin kudengar, tentang diriku? Ya, manusia hidup tidak luput dari perhatian satu sama lain! Aku bersyukur, mereka masih peduli! Aku tetap merasa senyaman mungkin. Aku masih begitu menggebu menyelesaikan semua tugasku sebagai staff. Manis rasanya sebuah semangat! Sampai tetes terakhir peluh keringatku, aku menikmati semua! Paling tidak. Menghibur diri sendiri bahwa aku bisa melewati semua tugasku, kisah hari ini.
Apa yang bisa aku berikan untuk tempat aku bekerja? Setelah setiap bulannya aku mendapatkan hasil untuk memenuhi semua keperluan hidup yang tak pernah menurun! Kerja keras dengan ikhlas dan senyum tulus dari dalam hati, berbalut doa dan karenaNya aku bekerja. Semangatku memang masih fluktuatif, wajarlah dilanda bosan. Aku harus menambahkan banyak kayu bakar agar api semangatku terus membara. Berhasil. Selalu. Insya’allah. Hanya sekejap setelah aku membuka mataku kembali, aku bersemangat! Saat mata ku tertutup sejenak, aku merenung! Bahwa aku hidup bukan untuk diri sendiri tapi ada orang tuaku, keluarga, teman – temanku, dan semua orang yang aku cintai karena Allah. Begitupun nikmatnya memiliki sebuah pekerjaan. Sekalipun pekerjaan yang tidak begitu aku harapkan! Tapi kedewasaan mengajarkanku arti sebuah tanggung jawab! Pilihan ini harus aku jalani sebaik – baiknya. Bekerja merupakan sebagian dari ibadah. Oleh karena itu aku harus mencintai pekerjaanku.

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s