Hidup Bahagia dengan Syukur…

Ternyata hidup bahagia itu juga tergantung sudut pandang dan seberapa seringnya kita bersyukur. Maksudnya sudut pandang, terkadang kita hanya melihat hal – hal diluar diri kita dan membanding – bandingkan apa yang dimiliki orang lain dengan apa yang ada pada diri kita. Biasa yang bisa kebanyakan dari diri kita lihat dari orang lain kebanyakan bagus – bagus nya milik orang, kehidupan orang dan keindahan yang dimliki orang lain khususnya lagi yang tidak kita miliki. Bagus kalau kita menjadikan itu sebagai motivasi untuk diri kita agar lebih baik atas nasib orang lain yang lebih beruntung! Bahwa kita juga bisa! Artinya, kita bisa mendapati diri kita lebih sempurna dengan usaha, kerja keras, optimis dan doa untuk mewujudkan kehidupan yang lebih sempurna dari apa yang kita lihat pada orang lain. Tidak bisa memungkiri bahwa unsur iri acap kali menyerang dan membuat diri kita menggigil atas keberhasilan orang lain? Lantas, bukan sikap kita yang diam seribu bahasa atau terpatung memandang kesuksesan orang lain! Atau hanya sebatas membayangkan dengan kalimat ‘seandainya..’ kita jadi dia. Sampai kapan kita jadi penonton? Tidak dikatakan salah memang menjadikan sudut pandang itu sebagai tolak ukur diri kita. Bahwa kalau dia saja bisa kenapa kita gak? kan sama – sama makan nasi?tapi kalau sudah begini, coba kita renungkan lagi cara pandang kita yang terkadang tergelincir yaitu memandang orang lain atas kenikmatan yang ia miliki dan membuat kita merasa pas – pas an hidup di dunia ini. Bahkan menghakimi Tuhan tidak adil. hingga membuat kita kebablasan memandang kebahagian orang lain yang sangat sedikit kita bisa rasakan. Sedangkan sifat seperti itu adalah bagian dari sifat lunturnya syukur! Rasa syukur itu seharusnya harus selalu ditanam dan diberi pupuk penyubur agar terus tumbuh dan mengiasi hari – hari kita dengan buahnya yang indah. Apa sich buah nya yang indah itu ? menurutku itu adalah kebahagian yang manis. Kalau sudah begitu. Nikmat Allah mana lagi yang membuat kita bahagia?
Sebagaian dari kita mungkin mengartikan syukur itu sebagai perasaan ‘merasa cukup’! “Alhamdulillah y,” itu kalimat popular tahun lalu yang masih suka kita dengar dan menjadi gambaran bahwa masih lebih mending, daripada, atau menerima dengan lapang dada segala sesuatu. Sesuatu….!
Syukur adalah bagian dari kenikmatan hidup yang akan menjadikankan kita bahagia. Coba pandanglah orang lain yang lebih ‘tidak beruntung’ di sekitar kita? Atau begitu sempurnanya Allah menciptakan makhluk yang bernama manusia dengan sebaik – baiknya bentuk. Nikmat Allah mana lagi yang membuat kita bahagia?
Kita lah yang menentukan kita mau atau tidak bahagia karena kebahagianan bukanlah barang mahal yang harus dibeli sejumlah uang tetapi kebahagiaan itu ada dalam hati kita, kitalah yang membuat kebahagian itu hadir dalam kehidupan kita. Bukan orang lain, apalagi menggantungkan kebahagian kita pada orang lain.

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s