Siksaan yang Kau Tinggalkan

Kau Begitu dalam untuk aku salami
Membuatku jengah mengucap kata cinta bercampur benci
Terdampar aku dalam hamparan laut tak bertepi
Semakin pekat warna birumu
Semakin sulit untuk kurengkuh
 
Kau tengah berlaga
Jeraku berkata – kata pada jendela
Menatap hujan tak kunjung reda
Mungkin itu air mata
Aku yang terluka
 
Aku tersiksa oleh selaksa cinta
Yang kau titipkan di relung hati
Lalu kau datang dan pergi tanpa permisi
Jika demikian akan ku kubur segala rindu
Walau jiwa ku menderu
Ingin selalu mengharapkanmu
 
Senyummu bagai cintamu yang mudah kau bagi – bagi
Entah apa yang kau cari
Sedangkan aku masih teguh menunggumu disini
Ditemani
Secawan perih
 
Menanti malam
Untuk dapat melihat bintang
Bersama hujan
Ku tunggu engkau menghias pelangi
Terang sinar mentari
Panas hati
 
Aku tertatih menyusul dirimu di ketepian waktu
Tapi kau malah mengejar cinta semu
Aku  melagu
Agar kelak kau tahu
Tak akan ada nada cinta
Seindah symphony tulus dari diriku
Untuk mu yang pernah berkata
Kita cinta untuk selamanya

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s