Recycle Bin

Menjadi Recycle Bin? Kenapa gak?maksudnya adalah menjadi tempat curhat dan keluh kesah seseorang malah itu bisa menjadi hikmah, bukankah hikmah adalah harta umat islam yang hilang pada zaman ini. Bahkan Imam Ali bin Abi Thalib mengatakan, “Jikalau hikmah itu ada di dalam gunung, niscaya akan aku goncangkan gunung itu!” Seharusnya kita dapat mengambil hikmah dari manapun dan siapapun! Sudah terlalu banyak orang yang berbicara, bahkan ada orang yang senang membicarakan dirinya sendiri atau mengkomunikasikan dirinya sendiri bisa dibilang NARSIS yang kelewat EKSIS biar setiap orang tau siapa dirinya khususnya kelebihan – kelebihan yang ia miliki, saya hanya khawatir orang seperti itu akan terjebak pada sifat sombong.

                Pagi – pagi tadi ada sebuah pesan singkat yang mendarat di hp saya,

                “Mau curhat nie! Perlu pencerahan nie. Dirimu ada waktu kan?!”

Kalau udah begitu saya langsung ingat salah satu hak seorang muslim kepada muslim lainnya  adalah jika ia meminta nasehat, engkau menasehatinya. Saya langsung bales sms nya sebelum dia tambah galau

                “Selalu ada waktu untukmu lah insya’allah.”

Dia bales dengan sebuah gambar  ^_^

Dan cerita selanjutnya hampir setengah harian saya membalas setiap pesan singkatnya, walaupun dengan balas yang agak lama pasalnya saya juga harus tetap konsen terhadap pekerjaan saya! Dari situ dia lebih banyak bercerita tentang ke-Risauan-nya bahkan keluh kesahnya dari mulai A-Z! kebayangkan betapa panjang sms yang dia kirim sampai saya harus berkali – kali membacanya. Yang saya bisa lakukan adalah memberikan motivasi dan kalimat – kalimat super versi saya! Sebenarnya  sich saya tengah menasehati diri saya sendiri bukan sebatas memberikan ceramah padanya! Setiap apa yang saya dengar bisa menjadi cerminan diri saya! Dan setiap semangat yang saya nyalakan untuk nya pun sebenarnya tengah membakar diri saya sendiri untuk jauh lebih baik. Jadi bukan sekedar OM-DONG, saya jadi punya kesimpulan atau lebih tapatnya lagi setengah pertanyaan,

                “Mungkin tingkat kesetresan yang semakin tinggi di negeri ini adalah terlalu banyak orang yang lebih banyak ngomong dibandingkan mau mendengarkan!”

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s