Angin Timur menyanyikan lagu

Inilah cintaku,

Bukan cinta buta justru karena aku bisa melihat apa yang tidak bisa dilihat orang dalam dirimu

Cinta ini tidak membuatku tuli justru karena aku bisa mendengar banyak hal dari orang – orang tentangmu dan hati ku ini yang menyimaknya

Aku membayangkan betapa buruknya dirimu tapi disaat itulah aku sadar bahwa aku mencintai apa adanya dirimu,,

 

            Aku memandanginya penuh takzim. Mata. Bagian pertama yang ku lihat darinya, dari bola matanya serasa ada sinar yang terangnya sampai ke mataku lalu jatuh ke hatiku. Setiap kerlipan matanya meneduhkan, memancarkan keramahan diiringi senyum yang tak kalah indah dari matanya. Senyuman. Manis sekali goresan senyum di bibir tipis yang ranum itu. Wajahnya yang putih bersih, terlihat berseri. Mata, bibir dan raut wajahnya seakan berkata bahwa ia bersahaja. Bukan hanya karena balutan busana muslim yang terlihat begitu elegan menutup tubuhnya, tapi dia benar – benar cantik! Aku memang tidak mengenalnya,  tapi aku senang melihatnya.

Untuk kesekian kalinya aku melihat sosok itu. Mataku belum bisa melepaskan pandangan dari wanita yang selalu mengenakan pakaian berwarna kalem dan lembut itu, dengan diam – diam mencuri pandang. Dan terus memandanginya sampai hatiku berbisik,

            “Betapa beruntung yang menjadi anaknya,”

Ibu. Ah, aku jadi ingat mamaku, rasanya jauh berbeda sekali dari wanita itu.

“Astagfirullah,  bukan bermaksud membandingkan. Jelas beda!” Gerutu batinku.

Melihatnya dari ujung kaki sampai kepala. Jilbab orange yang memahkotai kepalanya sampai melingkar menutupi dada bersanding selaras dengan baju gamis yang ia kenakan. Penampilan yang sederhana. Langkah yang tertata dari setiap langkahnya, sandal berhak tapi tidak tinggi mengiri setiap jejak yang menapak, telapak kaki yang berbalut kaos kaki. Pakaian takwa yang menghiasi tubuh mungilnya. Beberapa kali aku harus melengoskan pandangan karena khawatir kepergok tengah memandanginya.  Tuhan belum mengizinkan aku berkenalan dengannya, aku ingin sekali menyapanya. Banyak tapinya, ah aku sok kenal! Namun apa daya, mungkin belum waktunya. Aku ingat dengan perkataan SPV ku,

 “Kita memang harus ramah pada pelanggan tapi jangan sok kenal juga! Yang ada dia IL FEEL nanti! Ngerti!”

 Aku hanya bisa meng-iya-kan, mau apa lagi namanya juga atasan.

Padahal aku ingin sekalu berkenalan dengan sosok itu, paling tidak menjabat tangannya sekali pasti halus.

            Semenjak saat itu, aku menghapus keinginanku untuk berkenalan dengannya tapi aku pun tak berhenti mengaguminya. Memandanginya dari duniaku.

 

                                                                        ***

 

Sudah satu minggu ini aku lembur, hari ini rasanya tidak sanggup lagi aku menerima permintaan Bu Sinta SPV super sadis, memang sudah nasib jadi anak buahnya. Aku harus bolak – balik toko – head office karena ada saja yang disuruh bu Sinta, ambil BON lah, data ke personalia, laporan stock card lah ke bagian control, “Uh, semangat Poetri!” Gugahku pada diri sendiri biar hilang eluh ini!. Aku sempat melirik sesuatu di head office, walaupun rasa – rasanya gak penting, Ada Ibu Nita salah satu owner yang paling cantik karena dia anak perempuan satu – satunya pemilik perusahaan ini. Dia tengah sibuk memperkenalkan seorang karyawan baru, seperti biasa memang kalau ada karyawan baru. “Perkanalkan, Dia manager operasional baru,,, “ Ucapnya kepada salah manager Control.

Begitu kira – kira yang ku dengar saat melewati ruang Manager Control setelah diriku melaporkan stock card bermasalah, aku bahkan tidak sempat melihat laki – laki yang diperkenalkannya sebagai karyawan baru! MGOP (Manager Operasioanal)? ‘Ah, ujung – ujungnya juga bakalan sama kaya Manager sebelumnya. Pikirku, saat itu. Tiba – tiba saja! Oya, aku harus cepat menyerahkan data lembur ini ke Bu Sinta. Salah – salah dia bisa nyuruh aku On air terus tiap malam, maksudnya lembur malam!   Tambah parah aja nasibku,

                                                                        ***

            Sering kali aku merasa tidak sanggup dengan pekerjaan yang ku jalani sekarang, selain Karena bu Sinta yang galak itu pekerjaanku ini membuat ku kadang harus menerima perlakuan ataupun perkataan yang tidak mengenakkan dari beberapa orang yang merasa yang lebih senior,. Tapi kalau bukan aku yang menguatkan diri sendiri, siapa lagi? Aku tidak dapat kuliah kalau tidak bekerja, belum lagi sebagaian penghasilanku untuk bantu – bantu keperluan rumah.

            “Aku pasti kuat! Pasti Bisa!” Aku menyemangati diri sendiri, rasanya kekuatan yang keluar dari dariku lebih besar dibandingkan perkataan orang lain,

            Jam segini aku masih di toko! Stock opname pakaian dalam masih belum kelar, agak lebih ribet karena barcode barang pada ilang. Satu persatu aku hitung dengan sangat teliti. Dibantu rekan kerja. Lagi serius – seriusnya mengelompokkan  terdengar suara laki – laki bertanya, aku kira customer.

            “Mba, liat Ibu Indah tidak?”

Aku menoleh kearahnya. Sari, yang membantu SO menjawabnya,

            “Disitu mas!” Jelas saja Sari tau, dia kan yang biasa melayani Bu Indah ketika belanja.

Laki – laki itu pun segera kearah belakang, rak bagian celana panjang dan kemeja – kemeja. Aku….. Aku sempat melihat wajahnya, mirip! Senyum itu. Kata karyawan – karyawan lain, manager oprasional baru itu sering menemui ibunya yang setiap minggu pasti ke toko untuk belanja atau sekedar janjian dengan anaknya. Mereka bilang “Mirip!”. Tapi aku tak pernah sempat atau memang tak cukup peduli dengan hal sepele seperti itu. Dan kali ini, aku benar – benar melihatnya dengan jelas, sampai beberapa menit wajah laki – laki yang kulupa namanya itu ‘Tergambar dipikiranku’ Aku sungguh – sungguh beristigfar, tapi aku tidak mengerti? Ingin rasanya sekali lagi melihat senyum itu. Apa aku salah liat? Karena sebelumnya memang ku lihat pemilik senyum indah itu yaitu ibunya. Aku menoleh kearah belakang, mereka benar ibu dan anak! Dengan teliti sang ibu terlihat tengah sibuk memilihkan celana untuk anaknya, senyum itu merekah diwajah mereka yang memang mirip!

 

                                                                        ***

            “Menyelesaikan masalah tanpa masalah!” Itu motto hidupku dalam mengatasi segala problematika hidupku yang rumit!, yap! Itu ku kutip dari slogan penggadaian. Menghibur diri sendiri, agar aku bisa menjalankan semua pekerjaanku dengan baik. Walaupun sering dibuat uring – uringan sama SPV dan senior ku lainnya. Kali ini aku diperintahkan menghadap ke MGOP (Manager Operasional) baru itu, sebenarnya males banget! “Kenapa gak sih bu Sinta Aja! Mungkin karena dia khawatir gak bisa jawab pertanyaan seputar kehilangan di dept store belakangan hari ini! Akhrinya dia nyuruh nyerahin laporan kehilangan ini” Aku memasuki ruangan, ada 2 orang dan aku disuruh tunggu aja sambil disodori bangku buat duduk. Aku menunggu cukup lama sampai MGOP datang dan langsung ku sodorkan bekas yang ini padanya
            “Oya, kamu kuliah yach!?”

Lho aku kaget, pikiran ku langsung ‘jangan – jangan gak boleh nie!”

            “Kenapa Pak?kuliah ku gak akan ganggu pekerjaanku kok!”

            “Yang bilang ganggu siapa?” Dia malah nanya balik

            “Oh, saya kira!”

Selebihnya aku diam sampai dia menyerahkan kembali data yang ku laporkan setelah dibaca dan ditanda tangani.

Oya, kudengar dari orang – orang namanya Rully!

 

 

                                                                        ***

            Dengan menulis, aku bisa menjelaskan apa itu sedih, apa itu sakit, apa itu kesepian dan apa itu kebahagian hingga aku semakin menghargai setiap rasa itu dan bersyukur pada Allah atas setiap tetes air mata yang menjadikanku tegar, setiap rasa sakit yang menjadikanku kuat, setiap kesepian yang membuatku tenang dan setiap tawa serta senyum yang membuatku mengerti bahwa hidup ini indah!

Aku membuka blog ku, ada comment yang baru saja kuterima. Dari Pak Rully?

            “Bagus dan sarat makna tulisannya”

Itu isi commentnya dari posting an ku yang berjudul. “Keikhlasan Cinta untuk Sang Pencinta” sebuah kisah pendek tentang sepasang manusia yang lebih  memilih cinta Ilahi dibandingkan cinta yang belum halal buat mereka. Awalnya aku ragu benarkah itu pak Rully? Dan benar saja ternyata!? Pemilik senyum itu, ah. Aku melihat sebuah foto di dinding blog nya. Aku masih saja memperhatikan senyum itu, Rully MGOP baru,

 

                                                                        ***

Aku pun balik mengunjung blog nya, bukan untuk melihat senyum itu lagi, karena aku akui beberapa kali aku sempat melirik kearahnya, untuk selalu saja memastikan senyum itu. Ah, Poetri! Puisi, aku membacanya, lalu comment’

“Kemanapun perginya ombak pasti ke pantai juga”

Maksudku adalah, sejauh – jauhnya dirimu pergi, merantau, melalang buana sampai ke negeri tanpa batas sekali pun kau pasti akan pulang kerumahmu.. ke pelukan ibu dan orang – orang terkasihmu, dan bertemu dengan cintamu…

Waktu berjalan begitu cepat, berganti dari hari ke hari, minggu ke minggu lagi tanpa terasa aku dengan dia yang kupanggil “Mas” seperti maunya juga dipanggil demikian telah berlajut dari sekedar message di FB sampai pada sms an, cukup Intens! Awal obrolan kami adalah soal keadaan tempat kerja kami. Hanya sebatas pekerjaan! Aku agak sedikit risih tapi cukup tersipu sampai tersapu dengan beberapakali sanjungannya. Aku tidak terbang karena menjalin komunikasi dengannya atau shearing soal kantor dengannya menumbuhkan semangatku yang sempat koyah akan kesuksesan perusahaan kami tumbuh kembali walaupun aku sekedar staff pajang. Aku melihat ada kesungguhan darinya untuk memajukan perusaahan ritail ini. Dan harus aku akui, aku senang dengan keadaan ini, walaupun begitu ada yang mengganjal di hatiku, betapa resahnya hatiku. Sejak itu malam – malam ku tak tenang, aku selalu memegangi tanganku kuat – kuat lalu meletakkannya diatas dadaku sambil mengucap, “Tuhan!,”  Aku berusaha menyakinkan diriku bahwa,

“Ayolah, ini hanya pertemanan!” Sebelumnya aku hampir tak pernah memiliki teman shearing seorang laki – laki! Sungguh malu. Aku memang memagari hatiku untuk sebisa mungkin istiqomah dengan pendirianku, bahwa aku tidak ingin “ Jatuh cinta,!” dan sejak aku kehilangan cinta pertamaku maka tak satu pun pria hadir mengisi hati ku. Sampai,

 

 

                                                                        ***

 

            Sampai akhirnya ia semakin menunjukkan “rasanya’. Entahlah, tapi aku wanita, aku tidaklah terlalu bodoh mengambil kesimpulan akan sikap – sikap tertentu yang seorang laki – laki tujukan pada seorang perempuan karena memang sebelumnya telah ada beberapa orang yang mendekatiku atau bahkan melamarku tapi tak sedikitpun hati ku tersentuh, mungkin karena memang belum waktu nya dan karena memang aku belum ingin!.  Aku semakin keras meyakinkan diriku bahwa,     

            “Dia hanya ingin berteman,!!!” Tapi kian hari semakin jelas sikapnya kearah yang aku sendiri sanggah! Aku ingat, dia memintaku untuk menemaninya naik busway mungkin hanya sekedar berkeliling dan mencicipi bagaimana naik angkutan yang belum pernah ia naiki. Dan pikiranku semakin kacau, semakin aku menyangkal semua ‘rasa’ yang ia tunjukan tapi malah semakin terang. Untuk beberapa waktu, aku sangat sibuk dengan pikiranku sendiri akan dirinya? Sampai aku butuh seorang yang bisa secara objektif memberikan penilaian atau sebenarnya meyakinkan diriku bahwa

“Gak mungkin, ini gak mungkin, dia hanya ingin berteman!!! Dia orang yang baru ku kenal mungkin begitu ia menjalin perteman terlabih lagi dia atasanku!”  Sungguh aku hampir gila! Semakin mati – matian aku menyanggahnya tapi hampir semua orang yang kupercaya untuk kumintai pendapatnya memberikan kesimpulan yang sama bahwa “Laki – laki itu ada rasa!”.

Aku masih tidak ingin mempercayai semuanya! Perhatian dan sikapnya serta mata itu! baru kali ini aku berani memandang mata seorang lelaki! Walaupun aku membodoh – bodohi diriku dengan sikap yang kurang baik itu, tapi setiap kali aku melihat mata itu, sorotan matanya mampu menyinari hatiku, menyelinap diam – diam. Bahkan ketika ia diam sekalipun mata itu seakan mengajakku berbicara! Tentang rasa.

            Untuk apa dia meminta biodataku? Aku masih  bersikap tenang! Karena sampai detik itu aku masih saja menyakinkkan diriku bahwa “laki – laki ini hanya ingin berteman denganku!” Aku menolak untuk memberikan CV ku padanya yang malah menyodorkan biodatanya! Gila, “Apa maksudnya?” kepala ku jadi pusing? Bingung jadi linglung, aku tidak ingin melihat biodatanya! Pikiranku kacau dan tak tenang! Aku memutuskan memberitahukan sikapnya yang memberikan ku biodata pada sekretarisnya Faisal! Aku menjelaskan, bahwa aku tak mengerti dengan maksudnya? Faisal itu malah berkata sedikit meledek,

            “Sejak kapan? Kamu punya perusahaan? Kok dia ngasih CV ke kamu?”

Aku meminta bantuannya untuk dapat memberikan penjelasan pada ku tentang maksud dari semua ini! Dan setelah Faisal itu meminta penjelasan darinya kemudian menyampaikannya padaku, bahwa “Itu buat pak Bu Sinta Poet, Pak Rully bilang bu Sinta minta buat perkenalan ke karyawan lainnya ! kan pak Rully belum sempet kenalan sampai ke dept store !”

Aku hanya dapat membulatkan bibir dengan bergumam “Oooh?!”

Dan langsung saja kurapikan CV itu tanpa berniat sedikitpun untuk membacanya tapi aku tidak bisa mentup mata melihat fotonya! dengan cepat aku memasukkan CV itu ke dalam map coklat yang rencananya setelah selesai makan siang akan kuserahkan pada BU SINTA!

Shalat dzuhur tadi, aku sempat berdoa pada Allah, “Kuatkan hatiku Tuhan, Bantu aku untuk menjaga hatiku,” Tiba – tiba HP ku berbunyi tanda sms masuk. Pesan dari dia!

            “Itu buat kamu! Di simpan baik – baik yach!”

Aku gemetar membaca sms itu, dan munculah sebuah Tanya “Apa dia suka padaku?” tapi masih saja aku menyangkalnya!

Aku lelah! Sangat lelah jiwa ku lari. Dan ketika aku meyerah dan mempercayai apa yang terjadi aku malah merasa diriku semakin aneh! Setiap kali aku melihatnya aku diserang rasa malu dan seperti seorang pencuri yang berharap tidak tertangkap basah melihatnya. Hal lainnya yang aku rasakan, untuk beberapa hari nafsu makanku menurun drastic sampai sekali tak berselera melihat makanan! Berharap ia mengirimiku sebuah message “Udah makan apa belum?” Ah, sebisa mungkin aku tak ingin sms dia duluan! Jangan sampai aku ke GR an! Tapi aku memang GR! Galau dan Risau..ah, Aku juga merasa mual – mual! Padahal kondisiku baik – baik saja! Aku benar – benar merasakan seperti ada yang mau keluar dari perutku setiap kali aku mengingatnya! Dan setiap kali aku melihatnya aku merasa diserang sakit perut tiba – tiba! Tadinya aku sulit mendeskripsikan sakit pada perut ku ini, tapi semakin intens hubungan kami malah semakin sering aku merasakan seperti ada gelembung – gelembung sabun di dalam perutku, sering kali setiap berpapasan dengannya, waktu berhenti untuk beberapa detik dan membiarku aku merasakan, apakah ini cinta? 

 

                                                                        ***

Subuh waktu itu, aku memberanikan diri mengirimi sebuah pesan singkat! Pesan yang intinya adalah meminta kejelasan akan semua sikap yang ia tunjukkan,

Handphone ku berbunyi nyaring seakan berteriak padaku, ‘angkat telephon itu! jawab!!!” Tapi aku tak mampu untuk mengangkatnya dan medengar apa yang ia akan bicarakan padaku?. Dia Rully, mengatakan ingin menjalani hubungan yang serius denganku? Dan sederet alasan mengapa ia menjatuhkan hatinya pada perempuan sederhana sepertiku? Toh di kantor masih banyak yang cantik apalagi di Office atau bahkan SPG – SPG di toko? Tak perlulah ku sebutkan satu persatu! Kenapa dia memilihku?

            “Bagiamana aku menjelaskan cinta?”

Aku memberanikan diri seberani – beraninya untuk melontarkan pertanyaan itu padanya. Aku sungguh tidak mampu membohongi diriku atau menampikkan rasa ini!? Dan saat yang bersamaan buliran air mata jatuh di pipiku, aku….. Benarkah aku jatuh cinta?

            Dan dengan memohon ampunan Allah, aku berkata padanya

            “Aku pun memiliki rasa!” Dan ku beranikan diri untuk mengikuti langkahnya, menarik ku dalam dunia yang hanya kita saja yang tahu.

 

                                                                        ***

 

            Biasanya seperti foto hitam putih dunia ku akan cinta! dan sekarang berwarna karena kehadirannya, aku semakin dapat melukiskan setiap keindahan dengan kata yang sempurna. Aku tidak pernah berani sedikitpun mengharapkan seseorang yang sempurna untuk aku cintai, dia lelaki yang baik, pintar, pekerja keras, penuh semangat, bertanggung jawab dan tentunya sholeh dan yang paling aku tak mampu menampikan pesonanya adalah, dia anak yang sangat mencintai ibunya! Dia terlihat amat sangat menyayangi wanita yang dia panggil ‘Bunda,’  Ibu yang aku kagumi! Ibu yang membuat ku iri. Seorang wanita yang kini anaknya sangat aku cintai. Aku memiliki  keyakian bahwa setiap laki – laki yang begitu bakti pada kedua orangtuanya terutama ibunya adalah laki – laki yang tidak akan mampu melukai hati seorang perempuan!!! itulah  salah satu alasan dari sekian ribu hal  yang membuat aku jatuh cinta padanya. Jatuh,,,

 

                                                                        ***

Aku mengatakan pada dunia, bahwa aku bahagia!!! Setiap malam dalam sebulan aku memetik puluhan bintang dari langit yang akan kupersembahkan untuk laki – laki yang  aku cinta, ‘Aku ingin sekali dia bahagia’ Setiap rangkaian bintang yang kubuat dari kertas origami, kusisipkan doa terbaik untuknya, bahkan di bebarapa bintang itu terdapat tulisan, harapan ku pada Tuhan untuknya. Mungkin ia sudah lupa apa yang pernah aku sampaikan pada saat setoples 440 bintang dan sisanya 70 bintang ada padaku untuk kusimpan! ku berikan sebagai hadiah milad nya dariku yang tak sanggup membelikan sesuatu yang lebih mahal dari  itu.

“Banyak jutaan bintang di dunia ku, tapi hanya kau lah bintang yang paling terang dihatiku, berharap aku juga satu bintang yang paling terang dihatimu….”

Hanya satu dua hadiah yang pernah aku berikan pada seorang laki – laki sahabatku waktu SMA kelas 1 dulu. Dua bulan sebelum miladnya aku pusing mau memberikan apa untuknya? Cinta? rasanya seluruh cinta telah ku berikan! Teman – teman ku sering minta pendapat untuk kado special apa yang harus diberikan  untuk pasangannya. Temen ku bilang dompet? Tapi aku ingat Mas Rully sangat menyanyangi dompetnya yang dari dulu menemaninya, tasbih? Biar cinta kita selalu bertasbih? aku pernah memberikan sebuah tasbih untuknya. Dan masih banyak benda – benda lainnya yang ingin aku berikan padanya, sampai pada bintang – bintang itulah pilihanku!

 

                                                            ***

 

Aku takut, awalnya aku takut jatuh cinta tapi ia meyakinkanku bahwa

“Jatuh itu baik, kadang kita harus tahu dulu bagaimana rasanya terjatuh untuk menyadari beberapa hal yang mungkin itu baik untuk kita, Biarlah jatuh tapi segeralah bangkit! Bangun… !” Dan sadarilah bahwa aku akan ada disismu saat kamu terjatuh,”

Aku berkata padanya,

            “Kalau begitu berjanjilah padaku, bahwa ketika aku terjatuh terus pegangi aku! Jangan pernah lepaskan tanganmu, pegangi aku terus!”

            Disisi lain aku menyadari bahwa aku tak memiliki apapun yang pantas untuk dia cintai? Aku malu dengan latar belakang keluargaku, keluarga ku biasa saja, bahkan aku hanyalah seorang karyawan kontark diperusahaan ini! Staff pajang lagi! Jujur aku minder dibandingkan dia yang manager!

            “Aku mencintai apa adanya dirimu!” kalimat itu yang pernah ia ucapkan dan sangat mendalam buat ku,

Berkali – kali aku menguatkan diriku diposisi ini dimana ada cinta antara aku dengannya! aku sempat ingin membuang rasa ini, menghidarinya disuatu waktu tapi betapa hancurnya aku! Aku tidak pernah lupa sedikitpun akan pandangan matanya ketika menatapku penuh Tanya dengan sikapku yang tiba – tiba berubah dingin padanya, saat itu di tangga masuk toko, ia menghentikan langkahnya dan menatapku dengan tatapan yang membuat amarah pada diriku sendiri karena jatuh cinta padanya luluh menjadi lesu bisu!  padahal sebelumnya telah ada perjanjian antara  kita diatas kalimat cinta bahwa kita harus selalu melengkapi dan dengan ketulusan saling menyayangi.

            “Tuhan, maafkan aku mencintainya,”

 

                                                                        ***

            Kini aku dapat menyadari satu hal,  “Allah Maha Tahu bahwa aku tidak akan melepaskan cintaku begitu saja. Aku akan bertahan sekalipun dalam rasa sakit yang menyesakkan sampai akhirnya kau sendiri yang melepaskan dirimu dari hatiku!”

Masa – masa itu adalah hal yang terindah sekalipun akhirnya memilukan dan membuat aku sulit untuk bangun dari jatuhku, aku akan tetap jatuh cinta padamu tapi bedanya sekarang adalah aku membangun cintaku!”

            Cinta yang tak penah mampu aku tunjukkan hingga membuatmu meragu! Setiap kali kau lewat di depanku, sejak dalu sampai sekarang pun aku selalu berharap kau kembali lewat hingga aku dapat memandangimu, melihat senyum itu! walaupun selalu saja aku besar malu dan hanya mampu meruduk tapi aku melihatmu, mengharapkanmu melihat kearahku dan melemparkan senyum itu… !!!

Aku hanya mampu melihat kau yang berjalan membelakangiku sekarang, aku tidak bisa lagi menangkap sinar matamu, tapi aku selalu dapat melihat senyummu yang kusembunyikan dalam hatiku,,,,

Biarlah aku menggugurkan daun

Walaupun tertegun jiwaku  pun

tetap menanti angin timur menyanyikan lagu simphoni merayu bersemi kembali….Image

 

Iklan

Satu pemikiran pada “Angin Timur menyanyikan lagu

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s