“Alhamdulillah, Panasnya Gila!”

“Gila panas banget!!!” Kata seorang teman disebelah saya, tangannya mengibas – ngibas di depan wajahnya. Padahal ini didalam ruangan. Lebih tepatnya di dalam sebuah mushola, itupun ada 2 kipas angin yang tengah berputar. Seseorang yang baru masuk ruangan malah menimpali,

“Gerah uey, apalagi diluar bisa kaya dipanggang kali, iih!?”

Bukan hanya 2 orang di siang hari tengah bolong ini saya mendengar keluh kesah  akan panas yang kian hari seolah semakin menyiksa. Rasanya hampir setiap orang memang merasakan panasnya. Saya sendiri merasa sangat gerah. Kuping saya malah panas mendengar mereka, sampai terkadang ada yang mengatakan,

            “Panas kaya di neraka!” Astagfirullah, kaya udah pernah aja dia ke neraka. Padahal panas di dunia ini gak bisa seenaknya aja dibandingin dengan panasnya api neraka. Harus di ayak kayanya setiap omongan yang keluar dari mulut kita ini sebelum mendapatkan balasannya,  mending kalau omongan yang keluar adalah kata mutiara atau kata – kata bijak yang sesuai dengan al-qur’an dan al-hadist yang bermanfaat kalau racun ular!? Bukan kah berbisa?!.

Balik ke soal PANAS. Saya melihat keluar jendela, matahari memang bersinar sangat ekstrim, terang yang menyilaukan, panas yang hampir membuat ubun – ubun seolah menggolak kaya air panas yang sudah mateng diatas kompor bila berada di tengah – tengah lapangan. Walaupun begitu saya masih bisa melihat para pedagang asongan lalu lalang atau pedagang yang mangkal menjajahkan barang dagannya, Dibalik topi yang mereka pakai wajah mereka memerah, sesekali mengusap keringan di dahi dengan handuk kecil yang digantungkan dilehernya. Mereka juga merasakan panas tapi jika dibandingkan dengan kita yang berada di dalam ruangan sudah mengeluh panas dengan ekspresi kaya cacing kepanasan atau mencaci – maki matahari kaya githu, apa gak sungguh – sungguh TERLALU.

Novita mengagetkan saya, dan menepuk pundak saya,

            “Udah sholat jeng?”

Saya mengangguk. Mba Sofi tiba – tiba berucap sedikit teriak,

            “Astagfirullah,!” Saya dan Novita langsung melihat kearahnya. Novita bertanya,

            “Kenapa mba?”

“Panasnya menggila!” Tukas Mba Sofi

            “Seharusnya bilang, Alhamdulillah mba,!” kata saya. Novita menghentikan tanggannya yang tengah merapikan jilbab dan Mba Sofi sontak nengok kearah saya,

            “Lho kok?” Kata Novita, Mba Sofi juga mengatakan hal yang sama lewat ekspresi wajahnya.

            “ Masa, alhamdulillah. Panasnya gila.?” Mba Sofi mengulang perkatanya tadi dengan mengganti sebagian kata,

            “Maksud saya, akan jauh lebih baik kita mensyukuri panas hari ini mba. Saya ingat seorang ustad pernah berkata, panas dunia hanya 1 matahari, tapi kelak ketika kita semua umat manusia berkumpul matahari ada 10 loh. Dan hanya berjarak beberapa jengkal diatas kepala kita. Terus ustadnya bilang lagi, daripada mengeluh yang akan menyebabkan panas itu tidak hanya dapat dirasakan diluar tubuh kita tapi akan masuk kedalam hati kita lebih baik kita berdoa, memohon pada Allah SWT ‘Ya. Allah, saya ridho terhadap panasMu siang hari ini dengan matahari pemilikMu yang begitu gagah, dan ku mohon Ridhoilah kami dengan kemurahanMu yang akan memberikan naungan di padang mashar dimana kelak tidak ada naungan selain naungan dari Mu, Tuhanku yang baik. Aamiin,”

Sejenak kita semua terdiam, saya memeperhatikan wajah – wajah mereka setelah mendengarkan penjelasan saya yang sederhana. Tampang – tampang berfikir, lebih tepatnya lagi mungkin merenungi betapa terkadang kita semua lebih sering mengeluh dibandingan menjalani apa yang terjadi dihadapaan kita dengan sikap tenang. Padahal dengan mengeluh bukankah malah akan semakin memperburuk keadaan dalam dan luar diri kita.

            “Oh, iya.. iya daripada mengeluh mendingan berdoa ya!!!” Simpul mba Sofi semuringah

 

                                                                        ***

 

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s