Guru

Guru adalah seseorang yang diserahi tugas dan tanggung jawab sebagai pendidik. Akan tetapi istilah ‘Guru’ pada masa sekarang ini sudah berada dalam sebuah pengartian yang luas dalam masyarakat. Setiap orang yang bisa atau memiliki kemampuan untuk memberikan suatu ilmu atau keahlian/kepandaian tertentu kepada seseorang atau pun sekelompok orang dapat disebut “guru”, contohnya; guru menjahit, guru tekwondo, guru silat atau bahkan guru mencopet. Pada dasarnya pekerjaan sebagai seorang guru adalah pekerjaan yang sangat mulia dan luhur, baik ditinjau dari sudut masyarakat dan negaraterlebih lagi dinilai dari sudut keagamaan. Guru memiliki jasa besar terhadap masyarakat dan negara karena tinggi atau rendahnya kualiatas masyarakat sebuah negara, maju atau mundurnya suatu masyarkat dan negara, sebagian besar tergantung kepada pendidikan dan pengajaran yang diberikan oleh guru – guru.
Pepatah masyur berbunyi “Guru Kencing Berdiri, murid kencing berlari,” bahwasannya guru selalu dipandang, menjadi suritauladan, dicontoh oleh anak didiknya ataupun oleh masyarakat sekelilingnya. Menjadi guru artinya siap menjadi figur yang patut untuk digandrungi dalam kebaikan, menjadi IDOL yang senantiasa dilihat dan dinilai karena mengajarkan kebaikan yang tercermin dari tingkah laku/akhlak ataupun tutur kata yang sopan dan santun, menjadi seorang guru bukan hanya sebagai sebuah profesi semata tapi juga pekerjaan yang memiliki tanggung jawab moral yang cukup besar dan diperlukan kebesaran hati dan sebuah ketulusan dalam melaksanakannya karena menjadi seorang guru bukan sebatas mengajarkan orang lain tapi hakekatnya siapapun ia sebagai seorang guru ia tengah mengajari dirinya sendiri tentang arti kejujuran karena guru sebagai pendidik dan pengajar tidak akan dapat memberikan sesuatu kepada anak didiknya, kecuali apa yang ada pada dirinya.
Menjadi seorang guru adalah profesi yang mulia, dengan tanggungjawab yang harus ditanggung secara ikhlas sesuai dengan yang telah diamanatkan dalam GBHN 1983 – 1988 antara lain dinyatakan bahwa tujuan pendidikan adalah untuk meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Mahaesa; Dalam Undang – Undang no. 12 tahun 1954 pasal 3 dinyatakan; Tujuan pendidikan ialah membentuk manusia susila. Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Mahaesa, kesusilaan, watak atau budi pekerti/ akhlak yang baik.
Pengabdian yang diberikan oleh seorang guru hampir tak ternilai, amanat yang besar selalu dijaganya, ada prinsip memberikan yang terbaik untuk menjadikan anak didiknya terbaik dalam setiap pengajarannya, dengan demikian pantaslah bahwa dikatakan profesi seorang guru adalah pekerjaan mulia.
Dalam dunia pendidikan tenaga pendidik merupakan bagian inti dari dunia pendidikan itu sendiri. Seorang pendidik sebagai guru yang digugu dan ditiru berkewajiban mengajar didikannya dengan sebaik dan semaksimal mungkin sehingga seorang guru mampu All out dalam mengajar hingga dapat memberikan input yang membangun bagi anak didiknya kelak. Guru mengabdikan diri dan berbakti untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia serta menguasai ilmu pengetahuan, tekhnologi dan seni dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur dan beradap.

Iklan

5 pemikiran pada “Guru

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s