Aku Rindu Saat Itu… Oh, Masa SMK ku..

Saya membenarkan apa kata orang – orang bahwa ‘Masa – masa SMEA adalah masa yang indah’ bahkan saking indahnya, saat ini saya ingin kembali mengulangnya. Saya rasa anda sekalian juga berfikiran yang sama. Iya kan?!…
Saya bersekolah disalah satu Sekolah Menengah Kejuruan di Bukota Jakarta tepatnya di Johar Raya Jakarta Pusat, ayah saya lah yang sangat mendorong saya untuk bersekolah disitu alasannya sekolah itu bagus dan berkualitas. Dan karena tidak ingin mengecewakan sang ayah, saya memutuskan untuk dapat menjadi siwa yang dapat dibanggakan oleh orang tua saya. Ketika untuk pertama kalinya saya mengenakan seragam putih abu – abu saya merasa jadi manusia yang baru, full optimis kalau saya akan jauh

New Picture (12) lebih maju dan lebih baik pastinya, saya ingin jadi siswa yang berprestasi ketimbang di SMP, sewaktu Sekolah Menengah Pertama, saya adalah siswa yang pasif bahkan gak gaul, saya lebih memilih berdiam diri di kelas daripada harus keluar, daripada ngerumpi atau kumpul – kumpul mendingan baca buku sekalipun komik sampai mabuk daripada main, setelah usai sekolah saya lebih baik berdiam diri dirumah. Maka dari itu saya begitu bersemangat menjalani hari – hari saya di SMK. Dalam perjalananya saya menjadi siswa yang cukup aktif dikelas dengan menduduki rengking 5 besar sampai 10 besar. Dan tidak cukup disitu, saat teman – teman sejuruan saya tidak mengambil ekstrakulikuler apapun saya mengikuti kegiatan tambahan yaitu tari saman, memang tidak bertahan lama, saya tersisih kan karena merasa tidak ada teman yang sejurusan juga sich! Setalah itu saya memutuskan untuk eksis di oraganisasi sekolah atau OSIS. Saat itu pemiilhan kepengusrusan OSIS, setiap kelas wajib mengirimkan utusannya dari kepengurusan kelas untuk menjadi anggota OSIS, saya sedikit kecewa karena saya bukan pengurus kelas. Tapi karena saya mengutarakan keinginan saya yang menggebu – gebu kepada ketua kelas akhirnya ketua mau mengajak saya, dia melihat saya siswa yang akitif di kelas maka nya dia membantu saya untuk mengikuti rapat itu. Tapi sekali lagi saya mengalami kecewa, karena pas pemilihan saya malah gak kepilih jadi apapun. Hiks… ! karena yang berhasil menduduki posisi kepengurusan OSIS adalah mereka yang memegang jabatan didalam kelasnya. Dengan sedikit kesel dan belum padam api dalam dada untuk jadi anggota OSIS, saya pun mengajukan diri. Mengangkat tangan ketika Pembina OSIS menawarkan kepada seluruh hadirin jabatan wakil ketua OSIS II yang masih kosong. Itu pun ternyata diseleksi lagi karena saya harus berhadapan dengan ketua kelas dari kelas saya, ya, yang membantu saya ada di ruangan itu. Dia memang lebih unggul daripada saya dalam hal pengalaman, saya tidak memiliki pengalaman apapun dibandingkan dia yang juga wakil ketua OSIS di SMP nya dulu. Tapi perjuangan saya cukup dihargai dengan diberikannya posisi bela Negara dalam kepengurusan OSIS pada saat itu. Saya cukup senang!

Menjadi salah satu anggota OSIS ternyata benar – benar memberikan banyak pengalaman dan pelajaran yang sangat berharga bagi saya, karena saya selalu terpilih untuk mengikuti seminar – seminar dalam dan luar kota. Sungguh mengasikan banyak mendapatkan teman – teman dan lumayan lah sedikit uang jajan. Hehe
Belum berhenti sampai disitu, masih disemester selanjutnya, saya terpilih untuk mengikuti lomba karya ilmiah, tambah seru saja walaupun disatu sisi saya tidak mendapatkan kegiatan ekstrakulikuler yang menarik. Akhirnya saya benar – benar focus di 2 kegiatan saya itu, Mengikuti lomba tersebut, saya dibimbing seorang guru yang cantik dan senangnya bekerja sama dengan beberapa orang dalam satu tim. Karir saya di sekolah semakin meroket. Hehe… setelah mengalami kekalahan diperlombaan pertama saya dalam karya ilmiah, akhirnya saya dan teman – teman saya mendapatkan juara pertama tingkat Jak-Pus untuk bidang IPS dengan judul makalah yang di lombakan ““PENJARAHAN BESI OLEH PARA BAJING LONCAT CILIK DI KAWASAN KELAPA GADING” dan pujian melangit dari para juri atas usaha dan kerja keras saya dan teman – teman yang luar biasa, dan juara harapan I untuk tingkat DKI Jakarta dengan judul yang sama. Dan pada jarak waktu yang tidak lama saya terpilih menjadi ketua OSIS dengan perolehan suara 70 % mengalahkan 2 kandidat lainnya. Mendapatkan amanah tersebut membuat saya harus ekstra semangat mejalani hari – hari di sekolah, sejalan dengan itu saya kembali diamanatkan mengikuti lomba karya ilmiah, saya dan teman – teman berhasil mendapatkan juara I dengan judul penelitian “ PRAKTEK PROSTITUSI PELA – PELA DI STASIUN TUA TANJUNG PRIOK”. Disusul dengan perlombaan lagi di tingkat nasional, 2 perlombaan sekaligus. Karena waktu perlombaan yang berbarengan, saya dan Ais sahabat saya pergi ke Bandung selama satu minggu untuk lomba Tingkat Nasional Bela Bangsa dan Negara dengan bidang lomba Karya Ilmiah IPA dengan penelitian “BRIKET KOMPOS”, Sedangkan Rekan saya yang lain harus pergi seorang diri tanpa saya untuk mengikuti perlombaan Tingkat Nasional di UGM Jogja dengan penelitian “Bajing Loncat” . Disisi lain kagiatan saya sebagai ketua OSIS menambah keasikan tersendiri pasalnya saya dinilai galak dan amat tegas karena saya tidak segan – segan menghukum anggota saya yang tidak serius menjalani tugasnya, sering saya memberikan hukuman lari keliling lapangan sebanyak kesalahan yang dilakukan. Walaupun sebelumnya apa yang saya lakukan tidak dilakukan oleh ketua OSIS sebelumnya. Saya pun tidak segan – segan berteriak kepada adik kelas saya sampai ada yang nagis!hehe hal itu saya lakukan karena ada saja yang tidak menuruti apa kata – kata kaka pembinanya untuk mengikuti kegiatan OSIS dengan baik. Dalam kepengurusan saya, saya membuat gebrakan – gebrakan baru yang tidak dilakukan ketua OSIS sebelumnya tentunya hal ini saya lakukan dengan pertama – tama membentuk tim yang solid antar pengurus. Alhamdulillah cukup berhasil sampai saya ditawari untuk menjabat sebagai ketua OSIS dalam 2 priode. “Dan cukup sekali jabatan saja!” mau saya. Saat itu juga saya ikut dalam kepengurusan Student Company sebuah perusahaan yang didirikan sekolah sebagai wadah wirausaha yang dilakukan para siswa, dengan menjabat sebagai Vice Marketing, bertambah sibuk lah saya dengan kegiatan – kegiatan di dalam dan luar sekolah, melihat kegiatan saya yang cukup padat dan banyak itu, saya sempat dijauhi sahabat – sahabat saya karena dinilai ‘sok sibuk’ karena tidak pernah jalan – jalan bareng atau sekedar ngumpul – ngumpul lagi. Haduhhh, sedih juga sich tapi menjadi orang yang seperti itulah yang saya harapkan waktu itu hingga saya tidak lagi dan cukup sekali bolos atau madol dari sekolah, walaupun masih suka sering izin tidak mengikuti pelajaran karena ngurusin OSIS atau KIR yang pada saat itu saya juga menjadi ketua KIR karena keseringan maju menghadap Pembina utama. Protes itu datang bukan dari teman – teman saya juga tapi dari wali kelas dan seorang guru yang care sekali dengan saya, dia menasehati saya dan nasihat itu masih saya ingat, beliau berkata dengan wajah teduhnya, “ Saya tahu kamu senang menjalani ini semua, tapi sekarang kamu mau naik kelas 3 jadi kamu harus bisa lebih focus pada akademik kamu dibandingkan kegiatan – kegitan tambahan diluar itu,” wajar saja ibu guru saya bilang begitu pasalnya saya memang mengalami kemerosotan akademik dengan tidak lagi mendapatkan sepuluh besar dan masuk pada 15 besar. Tapi bukan berarti saya tidak mengikuti nasehat sebagian guru yang lain, saya malah menambah kegiatan saya dengan mengikuti kegiatan ROHIS dengan langsung diamanatkan seksi kaderisasi dan menjadi satu dari 7anggota teraktif dalam angkatan saya dalam setiap kegiatan – kegiatanya, belum lagi saya merambah bidang lain dengan berdagang buat tambah – tambah uang jajan dan bayaran sekolah, dagang aksesoris – aksesoris, dagang buku – buku, dan jasa pembuatan power point untuk tugas – tugas temen – teman, ada juga beberapa guru. Lumayan hasilnya, jadi gak minta sama orang tua.
Sekarang ini saya, rindu sangat dengan masa indah itu, masa dimana banyak yang saya dapatkan, banyak yang saya rasakan kecuali cinta – cintaan yach! Haduuuuhhh, boro – boro sempet deh mikir gituan! Bagi saya cinta itu derita tiada akhir bagi yang belum halal. Sedangkan sekarang ini, insya’allah baik dan harus selalu saya syukuri apa yang ada. Setalah lulus sekolah menengah atas, saya melanjutkan kuliah dengan jurusan kependidikan sekaligus bekerja disalah satu perusaahan ritail di Jakarta, saya menyadiri semakin lama saya semakin mencintai pekerjaan saya. Pekerjaan dan kuliah saya saat ini menuntut sebagian besar waktu saya, selebihnya saya cukup terhibur dengan kegiatan menulis dan membaca. Semoga tetap istiqomah dan dapatkan semua cita – cita.. ayooo kawan… SEMANGKA MERAH…. Semangat Karena Allah Meraih Jannah

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s