Bertanya pada Bintang?

Gambar
Pada bintang aku ingin bertanya.

Kemana cinta nya?

Hay,

Apakah kau lupa?

Akan kata yang tertata

Terangkai indah dalam nyanyian asmara 2 dunia

Hanya Tuhan yang tahu

Dan kau lebih paham dari diriku..

 

            Aku tidaklah mencari sosok sempurna untuk kucinta, karena telah kusempurnakan cinta untuk yang kucinta. Dan saat hatiku memilihmu maka seutuhnya setia tercipta untuk kau yang ku anggap berharga. Bukan sebatas kata yang mudah terlupa tapi cinta yang masih terjaga berlaga dalam dunia ku yang tengah memandangmu. Aku menganggap ini bukan lah sebuah penantian atau  ‘aku tidak merasa menunggu mu’ karena cinta mu telah datang kepadaku….hanya tinggal waktu….. itu ujarku yang pernah kau sangka tidaklah guna…..

Kini mungkin aku tengah terjatuh, merasakan perihnya rasa sakit dan sesaknya dada untuk menerima hal  – hal yang tak dapat ku ubah. Saat tak kudapati lagi dirimu dalam lagu, tak akan pernah ku sangka cintamu palsu. Atas nama cinta dengan menyertakan Allah di dalamnya maka tak ada dusta dalam kisah kita.

Di bawah langit malam dan hilir angin berdesir, ku rajut setiap rangkaian bintang berbalut doa dari perasaan terdalam. Tak lah bermakna bila tidak ada cinta, sulit dirasa bila kau menganggapku sempurna. Sedangkan aku, bumi yang hanya bisa setia pada langit yang ku pandangi dengan tatapan merunduk karena malu bukan kepalang atas kerendahan diri sebagai seorang pencinta.

Dalam malam istiqohorohku berkata, “ Pasrahkan saja semuanya bila benar ada cinta, maka ia akan kembali mempersembahkan ketulusan cinta yang sesungguhnya. Atas nama Tuhannya, bukan sekedar asa dan setitik harap kesempurnaan belaka. “ Tapi aku manusia, wanita. Berharap cintamu tak lari membelakangiku!

Tak ku bayangkan aku jatuh cinta lagi.

 Tahu kah engkau, suara hatiku selalu indah karena senyum mu selalu dapat menundukan pandanganku karena teramat malu. Ku rasakan waktu berjalan sangat cepat saat kau menemani sepi diriku, saat cintamu menyapa serasa ada gelembung –gelembung cinta menggeletik dalam perutku. Bagaimana mungkin aku merangkai kebohongan sedangkan hanya dirimu yang ku lihat dalam kacamata cinta.

           

Katamu, “Kau cinta padaku selamanya,!” dan kini mudah berakhir kah begitu saja. Ya, aku yang salah. Salah kah ada rasa?

Biarkan aku bertahan demi terwujudnya harapan yang pernah kau rangkai, dan janganlah kau hilangkan sekalipun hanya sisa – sisa cinta. “Aku tidaklah mampu menunggu lama dirimu, tepatilah janjimu atau aku harus sadar? Apalah arti menunggu bila kau tak ada cinta? katakan apa artinya menunggu? Bila kita telah menentukan batas waktu.

 

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s