Bersyukur Jama’ah,,, !!!

Apa yang terjadi pada kita sekarang ini? Saling berlomba membangun diri sendiri dan mengalahkan yang lain, berusaha dengan segala daya menjadi pemenang. Mengutamakan kepentingan pribadi diatas kepentingan golongan. Merasa bangga dengan segala yang termiliki dan tak peduli dengan kisah yang lain. Halloooo, tunggu aja kiamat kalo gtu,,,!!! Dimana tidak ada yang mampu memperdulikan orang lain wong untuk peduli pada dirinya saja lupa tuch!! Aduh…aduh,,,,Adakah kepedulian itu luntur atau bahkan kita telah merasa aman dengan keadaan diri sendiri, gasswatttt itu!!! Renungi lagi yukh sampai dimana diri kita patut bersyukur bukan diatas penderitaan orang lain y! Lho? Kok?, Jadiiii gini lhoooh … Kita hari ini makan – makanan enak, tarohlah rendang, ayam, atau seafood atau makanan apa kek yang kita anggap enak! Klo begitu keadaanya kita patut bersyukur dunk! Ya Kan!iya dunk?iya….. Tapi eh tapi ternyata kita, entah lupa…..atau pura – pura lupa sama tetangga kita yang jarang makan – makanan enak, yang kita tahu bahwa penghasilan keluarga tetangga jaaaauhhh dibawah keluarga kita. Dan tau gitu kita masih aja bisa mengucap ‘Alhamdulillah’ pada saat makanan itu kita makan?,sebagai wujud syukur githu tapi kok terkesan bersenang – senang diatas penderitaan orang lain ya? Etz.. jangan salah paham dulu! Dengerin dulu penjelasanya! Supaya tidak ada dusta diatara kita! Bersyukur bukan semata – mata pada kelebihan atau kebahagian yang kita dapatkan atau rasakan tapi bersyukurlah jamaah!!! Sama – sama bersyukur karena bisa saling memberi kebahagian dan mendapatkan lebih banyak kebahagian lagi. Jangan sampai rasa syukur yang kita lakukan sebagai wujud terimakasih pada Allah malah menutup diri kita dari kepedulian terhadap kemalangan saudara – saudara kita yang lain. Seperti kisah berikut ini nich, yukh mariiiiii… kita renungi bersama..! samaaaaaa…..
Sekarang kita kenalan dengan Syeikh Sarriy as-saqathy (wafat th 253 H/967 M), seorang arif, murid sufi besar Ma’ruf Karkhy yang pernah berkata :
“Tiga puluh tahun aku beristigfar, memohon ampunan Allah atas ucapanku sekali ‘Alhamdulillah’ !”
“Kok? Bisa begitu?” Tanya seseorang yang mendengarnya
“Saat itu terjadi kebakaran di Baghdad”, Kata Syekh menjelaskan
“Lalu, ada yang datang menemuiku dan mengabarkan bahwa toko ku selamat tidak ikut terbakar. Aku waktu itu spontan mengucap ‘Alhamdulillah!’, maka ucapan itulah yang kusesali selama tiga puluh tahun ini. Aku menyesali sikapku yang hanya mementingkan diri sendiri dan melupakan orang lain.”
Selama 30 pulah tahun Syeikh Sarriy as-saqathy menyesali kalimat “ Alhamdulillah” yang membuatnya melupakan kemalangan orang lain padahal mungkin itu karena dirinya terlalu ber-lega- hati atas nasib beruntungnya tapi justru itu ia akhirnya menyadari bahwa tanpa sadar ia telah melupakan saudaranya yang lain padahal Dari Anas RA dari Nabi SAW bersabda,
“Tidak sempurna keimanan seseorang dari kalian, sebelum ia mencintai saudaranya (sesama muslim) sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”
Bagaimana kita bisa mencintai orang lain padahal kita lebih mencintai diri kita sendiri, merasa lebih dan berbahagia dengan kelebihan yang kita miliki dan sedikit lupa akan nasib entah berantah orang lain?. Bukankah hadist ini menyadarkan kita akan sebuah belas kasih atau kepedulian bahkan cinta kepada saudara sesama muslim dan sadarkah kita bahwa terkadang rasa syukur kita malah membuat diri kita lupa pada saudara kita yang lain. Sudah dapat dipastikan bahwa setiap orang senang jika ia lebih dari yang lainnya. Maka apabila dia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri, berarti ia termasuk orang-orang yang utama. Mari kita belajar untuk bersikap tawadhu’ (rendah hati), sehingga kita tidak senang untuk melebihi orang lain, tidak ber-lega hati sendiri diatas kemalangan orang lain, sebagaimana firman Allah, ”Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dari berbuat kerusakan di (muka) bumi.” Semua ini tidak akan sempurna bila telah hilangnya kepedulian kita pada saudara kita yang lain. Mari kita bersyukur jamaah….!!! Dan menunjukan sikap belas kasih kita pada orang lain, sikap care kita pada saudara kita yang mungkin tengah menunggu uluran tangan kita, bukan sebatas pada ucapan “Alhamdulillah” sedangkan saudara kita sedang susah.

Iklan

4 pemikiran pada “Bersyukur Jama’ah,,, !!!

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s