Cukuplah Allah dan Hatimu yang Tahu

Waktu berjalan begitu cepat. Apa tandanya kita begitu menikmatinya? sampai begitu tak terasa? mungkin, sedangkan aku diketepian waktu siang ini malah ditemani gelisah dan resah yang tiba – tiba datang tanpa diundang hingga melewati waktu satu jam saja terasa lama. Saat ini aku merasakan dingin yang tak biasa selain karena AC kantor baru di perbaiki 2 hari yang lalu?tapi kedinginan itu merasuk kehatiku. Aku mulai membuka bekal makan siangku, sungguh tak berselera padahal harum ayam kemangi dan segumpal nasi meledek – ledek ingin segera disantap, tapi aku tak bersemangat menjamahnya. Masih terdiam. Ada hal – hal yang ternyata tak mampu ku ungkap hanya dapat terasa sesak dalam dada, adakah karena hal itu? aku menarik nafas panjang lalu ku hempaskan sekuat – kuatnya agar galau itu hilang, dan tiba – tiba seseorang mencoba mengagetkanku dari belakang,
“Mba,!!! Melamun yach?” Selidiknya
Aku hanya tersenyum secukupnya. Kedatangnya sama sekali tidak membuat ku terkaget sedikitpun, karena memang perkiraannya kurang tepat ku rasa.
“Hehe, gak juga. Dah makan siang?”
“Udah mba. Mba kok makanannya gak dimakan?” Ia malah balik bertanya, lalu kujawab
“Belum berselera. Kenapa? Ada yang mau di share?”
“Tau aja mba?! Biasa, ada yang mau aku tanyakan?”
“Boleh, insya’allah kalau aku bisa jawab. Kita saling aja yach!? Jadi aku gak terkesan ceramahin nanti coz khawatir jawab pertanyaan dari kamu kepanjangan.”
“Mba buku yang mba kasih itu bagus lho, many cure, pedy cure dan Hati Cure, aku paling suka sama cerita yang orang gila! Yang mau bunuh diri! Waach itu bikin ngakak tuch,”
“Iya, sama. Ada gitu yach? Kisah hidup tragis yang dialami orang itu?, Intinya sich, Kadang manusia itu sendiri yang suka mempersulit hidup! Githu aja kok repot!hehe”
“Mba,”
Tiba – tiba mimik wajahnya berubah, seakan pembicaraan mau dibawa kearah yang lebih serius,
“Cinta dengan ikhlas itu apa dan gimana sich mba?”
Spontan pertanyaan itu langsung menusuk kerelung sanubariku yang terdalam seakan ia tengah menembakan peluru tepat di hatiku, Dan melihat wajah polosnya yang menanti jawaban aku seolah diwajibkan untuk menjawab. Agak lama aku menjawabnya, bukan semata memikirkan jawaban yang tepat tapi aku menyakan pertanyaan yang cukup sulit itu kepada diriku sendiri!?
“Aku tuh kadang mikir yach mba, ngapain gitu cape – cape menanggung perasaan kepada seseorang yang udah dapat dipastikan dia gak suka! Atau aku khawatir disakiti mba, aku sadar sich itu tandanya itu gak ikhlas dalam mencintai tapi apa mencintai dengan ikhlas itu apa harus menanggung rasa sakit mba?”
“ Kita sama – sama tengah belajar, cinta yach? Ooh, sungguh penderitaan yang tiada akhir bila kita hanya menggantungkannya pada manusia tidak kepada pemilik sesungguhNya,”
“Maksudnya Allah mba?”
“Aku gak tahu harus jawab apa!? Karena itu juga yang aku sangat – sangat butuhkan sekarang!! Dalam beberapa waktu ini yang ku pahami dan Hanya yang ku tahu ‘ Cinta dengan Ikhlas’ CUKUPLAH ALLAH DAN HATIMU YANG TAHU…!”
“Allah dan hati yang tahu?”
“ Sama halnya seperti jika kita memberi, alangkah lebih baiknya kita menyembunyikan tangan kiri kita kan. Agar tidak mencerdai keikhlasn kita dalam memberi dengan tidak dilihat orang lain. Begitupun dengan apa yang kita rasakan dan kita menyadarinya itu cinta maka tak usahlah diumbar – umbar atau ditunjuk – tujukkan biar cinta itu terjaga pada tempatnya.”
Di dinding jam menunjukan pukul 1 Pas!
“Wah mba, aku belum shalat. Mba udah? nanti kita sambung lagi dhe, seru nic mba. Cinta dengan iklas ‘ cukuplah Allah dan hatimu yang tahu’
“Aku udah, yaudah lain kesempatan kita share lagi y!”
Dengan segera ia meninggalkan ku. Dan kini aku sendiri terngingang di telinga ini?! Sebuah kalimat beberapa bulan lalu,
“Berkata tanpa bicara, bersua tanpa bersapa, lalu membisu, apa kau tahu maksud inginku?jawab atau diamlah! Dan akhirnya kau mampu menjawab,”

Iklan

2 pemikiran pada “Cukuplah Allah dan Hatimu yang Tahu

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s