Semerawut Wajah Ibu Kota

Hiruk – pikuk kendaraan menebar polusi udara yang menyesakan dada. Pejalan kaki yang serampangan seolah jalanan milik mereka hingga bisa seenaknya, seenaknya buang sampah, enaknya berjalan dengan berlaga sok gaya, enaknya melanggar rambu lalulintas daripada mematuhinya. Atau Para pedagang kaki lima yang menjajakan barang dagangan yang lebih sering mejual kebohongan dibandingkan ke halalan barang dagangannya?

Trotoar tepi jalan lebih sering buat nongkrong kawanan remaja yang tengah membuang kejenuhan. Tangga penyebrangan menjadi tempat – tempat strategis untuk para peminta – minta menunggu tanggannya atau wadah yang telah dipersiapkan terisi sekiping demi sekeping recehan yang terbuang. Belum lagi onggokan – onggokan sampah yang tercampakkan yang manisnya telah hilang hanya tersisa sepa lantas dibuang, dibuang di sembarang. Begitulah suasana yang terlihat dari pinggiran jalanan ibu kota dengan tata ruang yang acak – acakan dan semerawutan. Miris serta ironis, terkadang kita hanya bisa saling menyalahkan oleh semua keadaan ini tanpa adanya evaluasi yang mampu untuk membalikan keadaan ini menjadi lebih baik. Setidaknya baik yang akan kita petik bersama dalam keteraturan lalu lintas di jalan.

Sudah barang pasti semuanya tahu, arti dari lampu – lampu lalu lintas yang terdiri dari 3 warna yaitu merah, kuning dan hijau. Pelangi jalanan ini mengatur jalannya lalu lintas jalan hingga semua pengguna jalan dapat berjalan secara teratur dan tidak saling berbenturan, walaupun terkadang peraturan ini pun tak cukup hingga polisi pun ikutan turun campur untuk mengatur agar teratur.

Dari itu semua. Ayo kita bebenah, jika memang tidak banyak yang bisa kita lakukan paling tidak kita dapat mengatur diri kita untuk sama – sama mematuhi tata tertib yang ada tentunya semuanya insy’allah akan jauh lebih baik, baik untuk kita dan baik untuk semua. KEEP ISTIQOMAH….!!

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s