Sometimes, I Cry Alone

Aku hanya berjalan mengikuti kemana kaki ku melangkah. Langkah yang lunglai, menyusuri sepanjang jalan dengan jiwa yang serasa mengambang. Pikiranku malah lari, entah kabur kemana? Hati terus saja berkata ; “ Semuanya akan baik – baik saja..!!”….”Ya, tidak ada masalah…!!?”. Kerikil – kerikil kecil bukan penghalang langkahku. Terkadang menyadari bahwa menjadi seorang yang kuat itu sulit, dari kata sulit itu bukan berarti tidak bisa atau tidak mampu. Langkah awalnya adalah keyakinan dan keberanian bahwa kita bisa dan kita mau. Setapak kaki ku tengah melangkah ke depan pintu gerbang bahagia kala derita yang berkepanjangan masih saja terus menerpa, mendekap hari – hari ini dengan rasa sakit dan tetesan air mata. Memang sungguh berat untuk ku jalani. Hanya keyakinan ini masih setia menanti bahwa Tuhan lebih dekat dari urat nadi. Menjadi manusia yang lebih baik lagi adalah sebuah keharusan! Kemestian yang harus dihadapi bukan malah terpaksa pada jalur yang salah. Harapan tak kan pernah mati! Bukan sesuatu yang kosong malah kekuatan dasyat yang tersembuyi yang bukan ke sia – siaan belaka jika kita menggantungkannya pada yang Satu! Yaitu Tuhan. Ketika mata ku meneteskan buliran air hingga membasahi pipi dengan suara parau ku ucap lirih “Aku harus kuat!!!” dan “Aku pasti kuat!!!”.Enyah sudah kata putus asa dari pikirku!!! Walaupun acapkali putus asa itu datang sekedar singgah! Tak kan ku biarkan dia menetap lama. Dan kadang aku hanya bisa berucap, “Tuhan…!” Sambil menahan sakit yang amat sakit. Lelah menggantung di pundakku. Berat! Teramat berat ku rasa! Wajarkah bila ku inginkan keringanan?? Tidak, bila akan membuatku lemah! Sedikit saja, berikan aku tempat untuk rehat! Tidak, bila akhrinya buatku lupa! Diri teramat payah! Tak kuasa kah? Kehendak yang datang dari setetes rima berharap semua sudah…. Sedih itu menangis sesegukan, mata itu banjir tak dapat dibendung! Isak itu terus mendengung! Lirih hati mendengar, akankah diam? Haruskah semua usai? Membuat diri ini mati oleh pedih yang menyiksa diri? Sekali lagi ku teriakan, “Tuhan….” Dalam diam! Sampai akhirnya teramat lelah rupa nya. Ku hentikan kaki. Sekali lagi melangkah maju tanpa gentar akan sesal!. Maju menerpa susah resah sampai gila! Sudahlah pasrah jalan akhirnya. Tawakal pada pemilik akal kerena tak mengertilah harus berbuat apa? Sekali lagi izinkan aku mengucap “Tuhan…!”

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s